Makalah Tafsir Surat An-Naziat

           

AMenurut M. Quraish Shihab, pengertian secara harfiah Al quran adalah bacaan yang sempurna. Ia merupakan nama pilihan Allah SWT yang tepat. Karena tak ada suatu bacaan mana pun sejak manusia mengenal baca tulis yang dapat menandingi, Al quran adalah bacaan yang sempurna lagi mulia. Sementara menurut Ali Ash-Shabuni, al Quran adalah firman yang tiada tandingannya (mukjizat) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kemudian Imam Al Farra’ berpendapat bahwa kata Al Quran adalah musytaq dari kata quroinun yang berarti petunjuk atau indikator. Alasanya bahwa ayat-ayat Al Quran satu dengan yang lainya saling memberikan petunjuk. Berikutnya menurut Muhammad ‘Abid al-Jabiri yang dari segi terminologi berpendapat bahwa pengertian Al quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada penghujung para Nabi, yakni Muhammad SAW, ditulis dalam mushaf, ditransmisikan secara mutawatir, menjadi ibadah dengan membacanya, dan menjadi penentang/penguat dengan kemukjizatannya. Kemudian menurut para ahli ushul fiqh dalam al-Tibyan Fi Ulum Quran karya Muhammad Ali al-Subhani, pengertian Al Quran adalah kalam Allah yang mengandung mukjizat (sesuatu yang luar biasa yang melemahkan lawan), diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul (yaitu Nabi Muhammad), melalui Malaikat Jibril, tertulis pada mushaf, diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, membacanya dinilai ibadah, dimulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas. A. Karakteristik Al Quran Sejak awal Al Quran telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dituliskan melalui berbagai media, seperti pelepah kurma, tulang unta, dan sebagainya. Ini menegaskan bahwa Al Quran secara historis telah dijaga keotentikannya, bahkan segera dicatat setelah wahyu diterima Rasulullah SAW. Berdasarkan pengertian dan definisi Al Quran yang dijelaskan di atas, ada faktor yang menjadi karakteristik dari Al Quran sendiri, yakni: Al Quran adalah firman atau kalam Allah SWT. Bukan perkataan malaikat Jibril, karena dia hanya sebagai penyampai wahyu dari Allah. Bukan pula sabda Rasul, karena beliau hanya menerima wahyu dari Allah, dan bukan perkataan manusia biasa. Al Quran hanya diberikan kepada Nabi Muhammad. Kitab suci sebelumnya yang diberikan kepada para nabi terdahulu bukanlah Al Quran, melainkan Zabur, kitab yang diberikan kepada Nabi Daud; Taurat, kitab yang diberikan kepada Nabi Musa; serta Injil, kitab yang diberikan kepada Nabi Isa. Al Quran adalah mukjizat, dan sepanjang sejarah umat manusia, sejak awal turunnya sampai sekarang hingga masa yang akan datang, tidak akan ada seorang pun yang mampu menandingi Al Quran, baik secara individu maupun kolektif. Diriwayatkan secara mutawatir, artinya Al Quran diterima dan diriwayatkan oleh banyak orang. Periwayatan itu dilakukan dari masa ke masa secara berturut-turut sampai kepada umat saat ini. Membaca Al Quran bernilai jadi amal ibadah. Hanya membaca Al Quran saja yang dianggap sebagai ibadah, terlebih jika kita mau mengetahui makna dari ayat yang dibaca, apalagi disertai niat mencari ilmu. Oleh karena itu, pahala yang diperoleh pembaca selain Al Quran adalah pahala mencari Ilmu, bukan substansi dari bacaan sebagaimana pada Al Quran. Kemudian mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan. B. FUNGSI AL QURAN 1. Al-Huda (Petunjuk) Alquran berfungsi sebagai petunjuk atau al Huda yang terdiri dari tiga jenis, yakni petunjuk bagi manusia secara umum, petunjuk bagi orang yang bertaqwa, dan petunjuk bagi orang yang beriman. 2. Al-Furqan (Pembeda) Al Quran dinamai Al-Furqan karena membedakan antara yang haq dengan yang batil, yang benar dan yang salah. Dengan membaca dan memahami Alquran, umat manusia mampu mengetahui tindakan mana yang baik dan benar dalam kehidupan. 3. Al-Asyifa (Penyembuh) Salah satu nama Alquran ialah asy-Syifa yang berarti obat penyembuh. Alquran bisa menjadi obat bagi penyakit mental. Membaca Alquran dan mengamalkannya, supaya terhindar dari berbagai penyakit hati atau mental. Membaca Alquran juga bisa memberikan pencerahan bagi orang yang beriman. “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yunus 10: 57) 4. Al-Mau’izah (Nasihat) Di dalam Al Quran terdapat banyak kisah sejarah umat manusia, ilmu dan juga nasihat-nasihat dalam menjalani kehidupan. Semisal ayat mengenai pertemuan air laut, gerhana, dan banyak lagi. Nasihat yang ada di dalam Alquran biasanya juga digambarkan dengan sebuah peristiwa atau kejadian di masa lalu, yang bisa dijadikan pelajaran bagi orang-orang di masa sekarang atau masa depan. Mau’izhah hasanah dapat diartikan sebagai ungkapan yang mengandung unsur bimbingan, pendidikan, pengajaran, kisah, berita gembira, peringatan, pesan positif atau wasiat yang bisa dijadikan pedoman hidup agar mendapatkan keselamatan dunia akhirat. . https://drive.google.com/file/d/1zSK5Wke9trWocoBG38ucD9yHmUVvOlUt/preview

Download Word

Download PDF

Author: Zukét

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *