Makalah Timbulnya Perbedaan Qir’ah

           
Qiroat adalah tatacara menbacakan ayat alquran dengan menyebutkan dengan penulisnya. Bangsa arab yang terdiri dari beberapa suku / ras yang masing masing memiki bahasa asing atau dialok yang berbeda, dengan perdedaan dialok itu menyebabkan juga perbedaan jika kamu. Perbedaan ketika anda itu sementara di latar belakangi oleh factor sejarah dan cara penyampanyan teman teman dalam menyampaikan kepada murit murit nya.untuk melihat benar tidak nya kiroat, sarat nya sebagai berikut;
1. sesuai kaidah bahasa arab
2. sesuai mushaf usmani
3. sanat nya sihat
Menurut cacatan sejarah, timbulnya penyebaran qira’at dimulai pada masa tabiin, yaitu pada awal II H. qira’at tersebut di ajarkan secara turun temurun dari guru ke guru, sehingga sampai kepada para imam qira’at, baik yang tujuh, sepuluh, atau yang empat belas.
kebijakan Abu Bakar Siddiq yang tidak mau memusnahkan mushaf mushaf lain yang telah di susun zaib bin tsabit, seperti mushaf yang dimiliki lbn mas’ud, abu musa al-asy’ari, maqdad bin amar, ubay bin ka’ab, dan ali bin abi tholib, perlu di catat bahwa mushaf mushaf itu tidak berbeda dengan yang di susun zaid bin tsabit dan kawan kawannya, kecuali pada dua hal saja, yaitu kronologi surat dan sebagai bacaan yang merupakan penafsifan yang di tulis dengan lahjah tersendiri karena mushaf mushaf itu merupakan catatan pribadi mereka masing masing.
adanya mushaf mushaf itu disertai dengan penyebaran para qari’ ke berbagai penjuru, pada gilirannya melahirkan sesuatu yang tidak diinginkan, yakni timbulnya qira’at yang semakin beragam. Sehingga pada akhirnya perbedaan qira’at itu sendiri sudah pada kondisi sebagaimana yang disaksikan hudzaifah al-yamamah dan yang kemudian dilaporkan kepada ‘utsman. ulama ulama yang berjasa meneliti dan membersihkan qira’at dari berbagai penyimpangan adalah;
1. abu ‘amr ‘utsman bin sa’id bin ‘utsman bin sa’id ad-dani(w.444.H), dari daniyyah, andalusian, spanyol, dalam karyanya yang berjudul at-taisir.
2. abu al-abbas ahmad bin ‘imarah bin abu al-‘abbas al-mahdawi(w.430H.), dalam karyanya yang berjudul kitab al-hidayah.
3. abu al-hasan thahir bin abi thayyib bin ghalabun al-halabi(w. 399H.)seorang pendatang di mesir, dalam karyanya yang berjudul at-tadzkirah.
4. Abu Muhammad makki bin abi tholib al-qairawani(w.437H) di cordova dalam karyanya yang berjudul at-tabshirah.
5. Abu al-qasim ‘abdurrahman bin isma’il, terkenal deangan sebutan abu syaaman, dalam karyanya yang berjudul al-mursid al-wajiz.
abu syaman dipandang sebagai orang yang pertama kali berpendapat bahwa bacaan yang sesuai dengan bahasa arab walaupun hanya satu segi dan sesuai dengan mushaf imam (mushaf ‘utsman) serta sahih sanadnya, adalah bacaan yang benar, tidak boleh ditolak . jika kurang salah satu dari syarat syarat itu, qira’at itu lemah atau syadz(aceh) atau batil.

 
 

 

Download Word

Download PDF

Author: Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published.