Makalah Problem Internal Dakwah

           
Sebuah organisasi atau lembaga, sudah seharusnya jika semua kebijakan dan ketentuan dibuat aturan mainnya secara jelas dan tertulis. Sehingga keberlangsungan lembaga tidak bergantung kepada figur seseorang, tetapi kepada sistem. Jika terjadi pergantian SDM sekalipun, aktivitas organisasi atau lembaga tidak akan terganggu karenanya. Maka,sudah selayaknya jika menerapkan manajemen terbuka. Maksudnya, ada hubungan timbal balik antara pengelola dengan masyarakat. Dengan ini maka akan terjadi sistem kontrol yang melibatkan unsur luar, yaitu masyarakat itu sendiri.
Organisasi pengelola yayasan tentunya harus melakukan manajemen pengelolaan yang tujuannya adalah memaksimalkan kinerja dalam perkembangan lembaga tersebut. Pengelolaan yayasan haruslah diwujudkan dalam suatu panduan baik berupa kebijakan umum maupun pedoman teknis. Panduan ini yang nantinya sebagai acuan standar terhadap pertanggung jawabannya.
Sebuah lembaga khususnya yayasan itu pasti akan memerlukan manajemen atau pengelolaan yang baik sehingga dengan demikian bahwa manajemen tentunya harus selalu ada dalam sebuah lembaga. Terutamanya ada pengelolaan yang baik tadi. Sebab, ketika pengelolaan suatu yayasan itu kurang baik maka akan menimbulkan kehancuran atau ketidak setabilan antara lembaga dengan tujuan bersama yang telah dirumuskan sebelumnya. James A.F Stoner,(1990, jilid 1 hal. 5), mengatakan, bahwa Organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan,“organisasi memungkinkan orang untuk mencapai sasaran yang sulit atau tidak mungkin dilakukan perorangan.”

 
 

 

Download Word

Download PDF

Author: Syarif

Leave a Reply

Your email address will not be published.