Makalah Otonomi Daerah

Loading

           

Otonomi Daerah menjadi wacana yang sangat menarik setelah reformasi digulirkan di Indonesia. Otonomi daerah adalah kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. Setelah zaman orde baru berkuasa selama 32 tahun yang sentralistik, Otonomi daerah merupakan konsep pengembangan daerah yang dipilih oleh pemerintah pasca orde baru.
Otonomi Daerah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan aktifitas penyelenggaraan di daerah. Sebagai konsep yang baru diterapkan, tentu saja Otonomi daerah memiliki kekurangan dan problematikanya tersendiri, misalnya masih adanya kesenjangan sumber daya yang dimiliki di masing-masing daerah. Perbedaan sumber daya tersebut tidak hanya pada ranah sumber daya alam tapi perbedaan sumber daya manusia juga sangat berpengaruh terhadap adanya kesenjangan ini. Oleh karenanya dibutuhkan solusi terbaik untuk menyikapi problem-problem yang pada pelaksanaan Otonomi daerah .
Otonomi daerah merupakan proses desentralisasi kewenangan yang semula berada di pusat, kemudian diberikan kepada daerah secara utuh, dengan tujuan agar pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan lebih dekat kepada masyarakat, dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejateraan masyarakat, dan mempercepat proses demokratisasi. Yang menjadi prinsip dalam penyelengaraan otonomi daerah yaitu demokratisasi, peran serta masyarakat, pemerataan, dankeadilan, serta memperhatiakan potensi dan keanegaraman daerah. Hal yang mendasar dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas, meningkatkan peran serta masyarakat, serta mengembangkan peran dan fungsi DPRD. Pemberian kewenangan tersebut diikuti dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.

Download Word

Author: Zukét

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *