Makalah Munculnya Aliran Sesat Dalam Ahlu Sunnah Wal Jamaah

           
Secara harfiyah, ahlu sunnah wal jama’ah adalah penganut kebiasaan yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW dan kesepakatan para ulama. Dan paham Aswaja dianut oleh kebanyak ummat islam di Indonesia. Watak moderasi dimiliki oleh faham ini baik dalam keyakinan (Aqidah), Syari’ah maupun Akhlak sesuai dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Dinamika perkembangan aswaja dinilai akomodatif bagi masyarakat Indonesia terhadap tradisi lama yang kemudian mampu mengikuti trend puritanus sehingga islam nampak semakin murni. Pemurnian ajaran ASWAJA dari anasir lokal dan tradisi lama melahirkan gerakan modernis tetap bersandar pada kaidah berfikir atau istimbat al hukmi yang berlaku dalam madzhab ini. Perubahan sosial akibat pembangunan dan perjumpaan dengan berbagai pemikiran global, Aswaja menghadapi tantangan internal maupun eksternal. Mungkinkah Aswaja mampu menempatkan diri pada posisi moderat (washatiyah) di tengah tengah gempuran radikalisme, liberaisme dan sesat pikir (aliran sesat).
hasil survey Pew Research Centers Forum on Religion and Public Life pada tahun 2009 tentang Pemetaan Penduduk Muslim Global melaporkan bahwa pemeluk islam di dunia sejumlah 1,57 miliar dari 6,8 miliar jika di presentaseka maka mencapai 23%, dan sebagian penduduk muslim bermukin di wilayah asia dan Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk pemeluk islam terbesar dengan jumlah 203 juta dari total penduduk muslim dunia. Kalau dilihat dari indikator jumlah penduduk beragama, rumah ibadah, jumlah penduduk yang beribadah haji setiap tahun, kehadiran ke masjid dan rumah ibadah pemeluk agama lainnya, Indonesia sebagai negarab paling religius adalah tepat. Akan tetapi kalau dilihat dari sikap dan perilaku keagamaan (akhlak), rasanya religiusitas penduduk, bagaikan jauhnya panggang dari api yang berarti jauh antara yang seharusnya dengan kenyataan. Bagaimana tidak, pada tahun-tahun terakhir ini banyak pejabat pemerintah dari berbagai institusi terlibat korupsi, perselisihan dan konflik sosial yang berdarah-darah terjadi di banyak daerah, penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat, sekitar 7% penduduk mengkonsumsi narkoba, politik uang untuk meraih kemenangan dalam pemilihan kepala daerah dan parlemen menjadi budaya baru.
Fenomena sosial tersebut tentu tidak dapat dipisahkan dengan pemahaman dan pengamalan agama oleh individu dan masyarakat. Dimana religiositas masyarakat Indonesia, bagaimana menjelaskannha serta apa yang mesti dilakukan untuk merehabilitasi sikap dan prilaku yang demikian? Dinamika kehidupan keagamaan, khususnya Islam, Indonesia juga sangat mencemaskan karena munculnya faham faham radikal dan juga liberal. Pemikiran dan pengalaman kontempelatif beberapa orang tokoh ”karismatik” yang mengajarkan faham atau aliran baru, atau melakukan pencampuradukan ajaran agama juga sering terjadi dan meresahkan masyarakat. Terorisme yang bernuansa agama muncul sejak tahun 2000 hingga saat ini juga belum dapat diselesaikan. Pluralisme agama ( al ta’adudiyyah al diniyyah) atau “religious pluralism” juga berkembang di kalangan aktifis muda yang juga memiliki akar kultural muslim tradisional. Pandangan John Hick yang menyatakan bahwa sejatinya semua agama merupakan manifestasi dari realita yang satu. Semua agama sama dan tak ada yang lebih baik dari yang lain telah berkembang dan diikuti oleh sebagian kelompok Islam liberal. Tentu saja pandangan ini dianggap reduksionistik oleh pihak arus utama, karena agama hanya ditempatkan pada keyakinan dalam ruang yang sangat sempit, hubungan antara manusia dengan kekuatan sacral yang transcendental dan bersifat metafisik ketimbang sebagai sistem social ( Thoha, 2005: 15). Inilah problem yang dihadapi oleh umat Islam Indonesia yang sebagian besar adalah penganut faham Ahli Sunnah wal Jama’ah (ASWAJA). Pemeluk Islam Sunni di Indonesia yang merupakan bagian terbesar dari pemeluk Islam dan penduduk Indonesia, sedang menghadapi tantangan sehubungan dengan berkembangnya faham-faham keagamaan baru yang sifatnya mengancam keutuhan aqidah, syari’ah dan akhlak kaum Sunni. Seperti apa tantangan dan acaman tersebut dan bagaimana jawaban kaum Sunni dalam menghadapi tantangan tersebut? Inilah masalah yang hendak dibahas dalam makalah ini.

 
 

 

Download Word

Download PDF

Author: Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published.