Makalah Maqam

           
Hakikat dari diciptakannya manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah swt. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi:
Artinya: “ dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembahKu”.
Dalam dunia tasawuf, ada beberapa tingkatan ketika seseorang beribadah kepada Allah swt. Sedangkan untuk masuk dunia tasawuf, seseorang harus membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela (takhalli), kemudian menghiasi diri dengan sifat-sifat yang terpuji (tahalli), setelah itu baru seseorang itu bisa memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta dengan dengan terbukanya tabir yang menghalangi dirinya dengan Sang Khaliq. Karena arti dari tasawuf menurut Abdul Qadir al-Jailani adalah mensucikan hati dan melepaskan hawa nafsu pada diri dari pangkalnya dengan cara berkhalwat, riyadhah, taubat, serta ikhlas.
Seorang guru Besar yaitu al- Syaikh al- Akbar mempunyai makna tersendiri mengenai tasawuf bagi dirinya. Beliau berpendapat bahwa tasawuf proses mengaktualkan akhlak Allah yang ada dalam diri dan menjaikannya akhlak pribadi (Al- Takhalluq bi Akhlak Allah). Seorang sufi yang mempelajari tasawuf tidak lepas dari tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mencapai kedudukan tertinggi di sisi Allah swt. Tingkatan atau kedudukan dalam dunia tasawuf disebut dengan maqam atau maqamat.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai maqam dan beberapa tingkatan maqam.

 
 

 

Download Word

Download PDF

Author: Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published.