Makalah Idhofah

           
Tak dapat dimungkiri bahwa di kalangan umat Islam telah terjadi perbedaan pandangan dalam berbagai persoalan keagamaan, bahkan kristalisasi perbedaan itu mazhab-mazhab, terutama dalam soal teologi dan hukum (fikih), padahal semuanya bersumber dari (hanya) satu syariah. Syariah sebagai jalan utama (the highway) yang mutlak diikuti dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam,maka seharusnya paham dan praktek Islam juga tidak bermacam-macam, karena sumbernya hanyalah satu yakni syariah.
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيه
Dia telah mensyariatkan bagimu agama, yaitu apa yang telah diwasiatkannya kepada Nabi Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan `Isa, yaitu: ‘tegakkanlah agama dan jangan kamu berpecah belah di dalamnya (Q.S.Al-Syura [42]: 13).
Namun kenyataan, bahwa teologi dan fikih yang dipahami dan diterapkan di kalangan umat Islam mempunyai corak yang berbeda-beda, yang kemudian terbakukan dalam bentuk mazhab-mazhab. Di bidang teologi lahirlah mazhab Mu’tazilah sebagai penerus paham Qadariyah, Asy`ariyah sebagai penerus paham Jabariyah dan Murji`ah, dan mazhab Maturidiyah yang berusaha memadukan antara keduanya. Sementara di bidang hukum fikih, yang terkenal di antaranya adalah empat mazhab besar, yakni Hanafiy, Malikiy, Syafi’iy dan Hanbali. Berlum lagi kita sebut mazhab di kalangan Syiah. Mengenai lahirnya mazhab-mazhab tersebut terdapat minimal dua persoalan.

 
 

 

Download Word

Download PDF

Author: Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published.