Makalah Hadist Mutawattir dan Hadist Ahad

           

Eksistensi hadis sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur‟an tidak dapat diragukan lagi. Namun karena proses transmisi hadis berbeda dengan proses Al-Qur‟an, maka dalam proses penerimaannya tentu mengalami berbagai wpersoalan serius yang membedakannya dengan Al-Qur‟an. Al-Qur‟an tertransmisi kepada ummat Islam dengan cara mutawatir. Selain itu, dari sisi kodifikasi, masa pengkodifikasian hadist jauh lebih lama setelah Nabi wafat dibandingkan dengan Al-Qur‟an.
Hadist dikodifikasi pada awal abad kedua Hijriyah, sedangkan AlQur‟an sudah dibukukan pada sekitar tahun 22 Hijriyah. Disinyalir pula, sebelum Nabi wafat, posisi dan sistematika Al-Qur‟an telah tersusun dengan bak. Kondisi ini sangat berbeda dengan apa yang dialami hadist.Untuk kepentingan netralisasi dan sterelisasi hadist, dalam proses dan perkembangan selanjutnya para ulama hadist melakukan upaya serius berupa penyeleksian terhadap hadist dengan menilai para perawi hadist dari berbagai thabaqat secara ketat. Setelah proses ini pun dilalui, hadist tidak secara otomatis selamat dan langsung dipakai atau dijadikan rujukan dalam penetapan hukum Islam. Hadist terus dievaluasi sehingga nyaris tidak ada suatu disiplin ilmu yang tingkat kehati-hatiannya dalam merujuk sumber, seteliti seperti yang dialami ilmu hadis.
Ulama demikian ketat melakukan seleksi terhadap hadist. Setelah diukur dari sisi bilangan sanad yang menghasilkan hadist mutawatir dan ahad dengan berbagai pencabangannya. Oleh karena itu, dalammakalah ini penulis akan memaparkan tentang Hadist Mutawatir, Masyhur dan Ahad.

 
 

 

Download Word. .Download PDF

Download Word. .Download PDF

Author: Oiem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *